Safe and SecureUpdate News

Cas Power Bank di Bus Bisa Picu Korsleting, Ini Alasan dan Bahayanya

Kebiasaan mengisi daya power bank menggunakan fasilitas charger di dalam bus ternyata memiliki risiko yang tidak boleh dianggap sepele

Peristiwa korsleting yang terjadi pada bus PO Al Hijrah rute Padang-Jakarta di kawasan Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (22/8/2026), kembali mengingatkan penumpang tentang pentingnya menggunakan fasilitas kelistrikan bus sesuai peruntukannya.

Korsleting tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penumpang yang mengisi daya power bank di dalam bus. Peristiwa ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengapa pengisian daya ponsel umumnya masih diperbolehkan, sedangkan power bank justru tidak dianjurkan.

Menurut penjelasan dari pelaku industri karoseri dan penyedia komponen bus, fasilitas pengisian daya yang tersedia di bangku penumpang pada dasarnya dirancang untuk kebutuhan listrik berdaya relatif rendah. Port USB tersebut lebih ditujukan untuk membantu penumpang mengisi baterai ponsel selama perjalanan.

Power Bank Membutuhkan Daya Lebih Lama

Power bank memiliki karakter berbeda karena perangkat tersebut pada dasarnya digunakan untuk menyimpan energi listrik dalam kapasitas yang cukup besar. Ketika diisi, perangkat membutuhkan aliran listrik dalam waktu yang relatif lama.

Direktur Utama Karoseri Piala Mas, Indra Soedjoko, menjelaskan bahwa penggunaan fasilitas kelistrikan bus untuk mengisi power bank dapat membuat kabel bekerja dalam kondisi yang lebih berat. Jika kabel yang digunakan memiliki ukuran kecil sementara arus mengalir dalam waktu lama, panas dapat terus terakumulasi.

Kondisi tersebut berpotensi membuat selubung pelindung kabel mengalami kerusakan. Dalam kondisi tertentu, panas yang berlebihan dapat berujung pada korsleting dan memunculkan percikan api.

Risikonya menjadi lebih besar karena titik pengisian daya berada di dalam kabin yang dipenuhi berbagai material seperti plastik, fiberglass, busa dan kain pelapis kursi. Ketika percikan api muncul di dekat material tersebut, api dapat menyebar dengan cepat.

Read More  Nyawa Pekerja jadi Prioritas, Menaker Dorong Penguatan Peran Balai K3

R&D Manager Karoseri Laksana, Kusririn, mengatakan posisi colokan pada setiap bus juga berbeda. Ada yang berada di dekat louver AC, di bagian samping, maupun terintegrasi dengan kursi penumpang.

Jika korsleting terjadi di sekitar bagian atas kabin, api dapat merambat ke dinding dan kursi. Sementara jika titik pengisian berada langsung di kursi, material busa poliuretana dan kain pelapis jok dapat mempercepat penyebaran api.

Kondisi Power Bank Juga Menentukan

Risiko tidak hanya berasal dari sistem kelistrikan bus. Kondisi power bank yang digunakan penumpang juga menjadi faktor penting.

Sales Manager PT Hai Rimba Kencana, Yohan Wahyudi, menjelaskan bahwa power bank dengan kualitas rendah atau kondisi yang sudah menurun dapat mengalami korsleting ketika sedang diisi. Bahkan, perangkat yang belum mencapai kondisi penuh dapat mengalami masalah sebelum proses pengisian selesai.

Karena itu, keberadaan sistem pengaman pada port USB bus tidak serta-merta membuat semua perangkat aman untuk diisi. Sistem pengaman pada charger tetap memiliki batas kemampuan, sementara kondisi baterai dan rangkaian elektronik pada power bank juga berbeda-beda.

Ponsel modern umumnya memiliki sistem pengelolaan baterai atau Battery Management System (BMS) yang membantu mengatur proses pengisian dan memberikan perlindungan ketika terjadi kondisi tidak normal. Namun, kualitas sistem perlindungan pada power bank sangat bergantung pada produk dan komponennya.

Karena itu, penumpang sebaiknya tidak menganggap port USB di bus sebagai sumber listrik yang dapat digunakan untuk mengisi semua perangkat elektronik.

Cara paling aman adalah mengisi penuh power bank sebelum berangkat. Selama perjalanan, fasilitas pengisian daya di bus sebaiknya digunakan sesuai aturan operator dan peruntukannya.

Jika power bank menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti casing menggembung, cepat panas, baterai cepat habis, atau pernah mengalami benturan keras, perangkat tersebut juga sebaiknya tidak digunakan untuk pengisian daya.

Read More  Studi Ungkap Mengemudi Mobil Manual Bisa Bantu Menjaga Fungsi Otak, Benarkah?

Imbauan untuk tidak mengisi power bank di dalam bus bukan berarti setiap power bank pasti akan menyebabkan kebakaran. Namun, langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan kelistrikan di ruang kabin yang membawa banyak penumpang.

Keselamatan menjadi pertimbangan utama karena ketika korsleting terjadi di dalam kendaraan yang sedang berjalan, penumpang memiliki ruang terbatas untuk menyelamatkan diri. Karena itu, kebiasaan sederhana dengan mengisi power bank sebelum perjalanan dapat menjadi langkah kecil untuk mencegah risiko yang jauh lebih besar.

Back to top button